Selasa, 12 Februari 2019

Cara untuk Mencegah Terjadinya Penyakit Bayi Kuning

Penyakit bayi kuning yang terjadi ada banyak penyebabnya. Bisa karena kelahiran prematur, masalah organ hati yang tidak sempurna, kesalahan dalam pemberian ASI, dan sebagainya. Penyebab ini tentunya bisa Anda hindari agar tidak terjadinya penyakit kuning. Ini cara untuk mencegah terjadinya penyakit kuning pada bayi.

1. Tes Darah
Cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah tes darah pada masa kehamilan. Anda bisa mengetahui adanya faktor risiko ketika melakukan tes darah dari golongan darah yang terlihat. Ketika golongan darah bayi dan Anda tidak sama ini akan berisiko terjadinya sel darah pecah, sehingga menghasilkan lebih banyak bilirubin.

Jika tidak ada perbedaan golongan darah, Anda tetap perlu melakukan tes darah untuk memastikan ada atau tidaknya gejala penyakit kuning. Lebih cepat terdeteksi sebelum pulang ke rumah akan lebih baik agar tidak mengalami risiko yang buruk.

2. Menjaga Kehamilan
Penyebab terjadinya bayi kuning karena kelahiran prematur, maka untuk mencegahnya dengan menjaga kehamilan. Caranya dengan melakukan pemeriksaan prenatal sejak dini secara konsisten. Tujuannya untuk memastikan kondisi kesehatan bayi di dalam kandungan terjaga.

Selama masa kehamilan hindari menggunakan terlalu banyak bahan kimia, seperti obat-obatan yang berisiko. Jaga kehamilan jangan sampai mengalami stres yang berlebihan, sehingga berdampak buruk pada kehamilan.

3. Menjemur Bayi
Cara berikutnya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit kuning dengan menjemur bayi. Sinar ultraviolet akan mengubah bilirubin, sehingga bisa dikeluarkan tanpa melewati hati. Menjemur bayi akan mencegah terjadinya kelebihan bilirubin di dalam tubuh bayi, sehingga risiko penyakit kuning akan lebih kecil.

Anda bisa menjemurnya sebelum mandi dalam keadaan telanjang atau memakai popok di pagi hari. Cukup dilakukan hanya dengan lima menit, pilihlah matahari pagi yang masih segar saat awal-awal terbit sebelum jam 8 atau menyesuaikan.

4. Hindari dari Dehidrasi
Jangan sampai bayi Anda mengalami dehidrasi. Berikanlah ASI yang cukup karena sangat bermanfaat untuk menurunkan tingkat bilirubin. Pemberian ASI yang selalu tepat waktu secara berkala akan membantu bayi melakukan buang air besar lebih sering, sehingga dapat mengeluarkan bilirubin dari dalam tubuh.

Jika bayi Anda tidak menerima ASI dari awal, maka pastikan melakukan pengaturan minum susu formula yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai bayi mengalami sebelit karena terlalu banyak menerima susu formula. Pilih susu formula yang sesuai dengan usianya agar nutrisi yang dibutuhkan juga tepat dan terpenuhi.

Anda perlu mengetahui takaran minum susu bayi ASI dengan susu formula tidak akan sama. Jumlahnya akan lebih banyak bagi bayi yang minum susu formula. Hal ini karena kandungan yang ada di dalam susu tidak sama persis dengan ASI.

Jadi berikanlah ASI dengan rentang waktu yang tepat. Jangan terlalu sering karena dapat menyebabkan bilirubin menumpuk di dalam tubuh jika Anda memberikan ASI tanpa memperhatikan kebutuhan bayi. Anda juga bisa mengetahui terlebih dahulu gejala dari penyakit bayi kuning agar bisa lebih cepat untuk memberikan penanganannya.
Load disqus comments

0 komentar